Peraturan Akademik

    1. Ujian, Pelaksanaan Ujian, Tata Tertib Ujian dan Sanksi Pelanggaran Ujian
  • Ujian Tengah Semester (UTS) adalah salah satu kriteria penilaian terhadap prestasi akademik dari mahasiswa untuk setiap mata kuliah diadakan pada pertengahan semester berjalan (minggu/pertemuan ke-8).
  • Ujian Akhir Semester (UAS) adalah salah satu kriteria penilaian terhadap prestasi akademik dari mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diadakan pada akhir semester (minggu/pertemuan ke-16).
  • Ujian Susulan adalah ujian yang diberikan kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester yang disebabkan oleh halangan yang cukup kuat alasannya (karena Sakit, Tugas Kantor, atau alasan lainnya) yang dapat diterima dengan menunjukkan Surat Keterangan Dokter/Instansi (berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Program Studi masing-masing).
  • Ujian Perbaikan adalah ujian yang diberikan kepada mahasiswa yang nilai ujian akhir semester-nya C, D atau E. Ujian perbaikan juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang jumlah kehadirannya untuk suatu mata kuliah pada semester tersebut ≥ 50%. Jumlah mata kuliah yang ikut Ujian Perbaikan maksimum 10 (sepuluh) SKS, dengan nilai akhir maksimal B.
  • Ujian Pembersihan adalah ujian yang diberikan kepada mahasiswa semester akhir (sedang menyusun Tugas Akhir/Skripsi) yang nilai dalam KHS (Kartu Hasil Studi) adalah nilai C, D atau E. Jumlah mata kuliah yang ikut Ujian Pembersihan maksimum 10 (sepuluh) SKS, dengan nilai akhir maksimal B.
  • Pelaksanaan UTS dapat diselenggarakan pada tatap muka ke 8 (delapan). Apabila jumlah pertemuan belum mencukupi, maka Dosen wajib memenuhi pertemuan sampai jumlah pertemuan yang telah ditetapkan.
  • Jadwal pelaksanaan UTS sesuai dengan jadwal perkuliahan dan diawasi langsung oleh Dosen yang bersangkutan.
  • Dosen membuat Naskah Soal, dengan membedakan antara soal untuk kelas Pagi dan Sore, serta menjaga kerahasiaannya
  • Naskah Soal diserahkan kepada Sekretaris Program Studi, selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan UTS untuk diperbanyak/difotocopy
  • Mengembalikan Nilai UTS ke Bagian Akademik paling lambat 7 (tujuh) hari setelah UTS dilaksanakan
  • Ketentuan mengenai pelaksanaan UTS, akan ditetapkan kemudian melalui surat pemberitahuan Pembantu Ketua I
  • Pelaksanaan UAS dapat diselenggarakan jika jumlah pertemuan tatap muka minimal 12x dan maksimal 14x (tidak termasuk UTS dan UAS). Apabila jumlah pertemuan belum mencukupi , maka Dosen wajib menambah pertemuan sampai jumlah pertemuan mencukupi, dengan mengikuti peraturan yang dikeluarkan bagian Akademik
  • Pelaksanaan ujian susulan dilakukan setelah ujian tengah semester atau ujian akhir semester selesai diadakan
  • Jadwal pelaksanaan ujian susulan UTS sepenuhnya menjadi tanggungjawab Dosen mata kuliah yang bersangkutan, setelah mendapat pemberitahuan dari Sekretaris Program Studi, sedangkan jadwal ujian susulan UAS diadakan terjadwal setelah UAS selesai dilaksanakan
  • Ujian Perbaikan diperuntukkan bagi semua mahasiswa yang nilai ujian akhirnya pada semester berjalan tidak lulus
  • Nilai yang dapat diperbaiki adalah nilai C, D atau E, dan kehadirannya ≥ 50%.
  • Mata Kuliah yang diperbaiki adalah yang tercantum dalam KRS semester berjalan, dan maksimum nilai yang diperoleh adalah nilai ”B”.
  • Jumlah mata kuliah yang ikut Ujian Perbaikan maksimum 10 (sepuluh) SKS
  • Mendaftarkan diri ke Bagian Akademik dengan mengisi Formulir Pendaftaran
  • Membayar biaya ujian perbaikan
  • Mengikuti jadwal ujian perbaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan
  • Ujian Pembersihan diperuntukkan bagi mahasiswa semester VI dan VIII (yang akan diwisuda), yang nilai dari suatu mata kuliah pada semester-semester sebelumnya atau semester berjalan, tidak lulus.
  • Mata Kuliah yang ikut Ujian Pembersihan, pernah tercantum dalam KRS semester sebelumnya atau semester berjalan, dengan tingkat kehadiran ≥ 50%, telah mengikuti UAS dan/atau Ujian Perbaikan dan tidak lulus
  • Nilai yang dapat diperbaiki adalah nilai C, D dan E
  • Maksimum mata kuliah yang mengikuti Ujian Pembersihan sebanyak 10 (sepuluh) SKS, dan nilai maksimum yang diperoleh adalah nilai ”B”.
  • Sanksi terhadap pelanggaran tata tertib ujian berupa Dikeluarkan dari ruang ujian, Hasil ujiannya tidak diumumkan, Hasil ujiannya dinyatakan tidak lulus

2. Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS),
Ijazah Sarjana/Ahli Madya, Transkrip Akademik

  • Setiap awal semester, mahasiswa diberi Kartu Rencana Studi (KRS) yang harus diisi dengan mata kuliah yang ditawarkan pada semester berjalan dan/atau mata kuliah yang diulang atau belum diambil pada semester sebelumnya
  • Setiap akhir semester mahasiswa diberi Kartu Hasil Studi (KHS), yang berisikan hasil evaluasi studi pada semester yang bersangkutan beserta Indeks Prestasi yang diperolehnya. Kartu Hasil Studi tersebut dapat digunakan oleh Penasehat Akademik untuk memantau perkembangan prestasi para mahasiswa dari masing-masing program studi yang ada di STMIK Kaputama
  • Transkip Akademik mencantumkan semua mata kuliah yang telah diambil oleh seorang mahasiswa pada suatu jenjang studi tertentu selama belajar pada program studi yang dipilihnya, lengkap dengan nilai dan indeks prestasi kumulatif. Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya, dalam Transkrip Akademik tidak boleh terdapat nilai ”E”. Nilai D untuk S1 : maksimal 6 SKS dan D3 : Nilai D maksimal 4 SKS. Transkrip dapat juga diberikan atas permintaan mahasiswa untuk pindah kuliah, untuk keperluan permohonan beasiswa, belajar keluar negeri dan lain-lain

3. TATA TERTIB MAHASISWA

  • Seseorang dapat diterima sebagai calon mahasiswa bilamana memiliki Surat Tanda Tamat Belajar Pendidikan Menengah Atas, atau surat resmi yang memperlihatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang setara dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan lulusan Sekolah Menengah Umum atau Kejuruan
  • Seseorang yang berasal dari perguruan tinggi lain diterima sebagai mahasiswa STMIK Kaputama apabila membawa Ijazah, Daftar Nilai Terakhir, fotocopy KHS yang telah dilegalisir, Surat Keterangan Pindah yang ditandatangani Ketua/Pembantu Ketua I, dan masih terdaftar di EPSBED
  • Lulus Seleksi Ujian Saringan Masuk (USM) yang diadakan oleh Panitia Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru STMIK Kaputama. Jadwal dan pelaksanaan Ujian Saringan Masuk ditetapkan kemudian

4. Hak Mahasiswa

  • Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku di lingkungan akademik.
  • Memperoleh pengajaran, latihan dan bimbingan sebaik-baiknya, sedapat mungkin diberikan sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan.
  • Berhak mengikuti evaluasi yang diadakan oleh Dosen untuk semua mata kuliah yang diikuti, jika telah memenuhi semua persyaratan administrasi dan akademik. Dan berhak untuk mengetahui hasil yang didapat dari evaluasi tersebut.
  • Pemanfaatan prasarana dan sarana STMIK Kaputama dalam penyelenggaraan kegiatan belajar dengan peraturan yang berlaku.
  • Berhak menyampaikan pendapat, saran dan kritikan sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan program studi yang diikutinya serta hasil belajarnya.
  • Mendapat bimbingan dari dosen pembimbing atau penasehat akademik selama dalam penyelesaian studinya.
  • Memperoleh layanan ekstra kurikuler dan ikut serta dalam kegiatan lainnya sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
  • Pindah ke Program Studi lain di lingkungan STMIK Kaputama, bilamana memenuhi persyaratan.
  • Seluruh sarana/fasilitas belajar maupun pendukung yang disediakan sepenuhnya untuk kebutuhan mahasiswa. Setiap mahasiswa memiliki hak yang sama atas sarana/fasilitas tersebut.

5. Kewajiban Mahasiswa

  • Mentaati aturan-aturan yang berlaku, tata tertib kampus, selalu hadir dalam setiap perkuliahan yang sudah dijadwalkan, dan menjaga kelancaran belajar mengajar.
  • Mematuhi peraturan tentang pembayaran/biaya penyelenggaraan pendidikan yang telah.
  • Mengikuti perkuliahan semester berjalan yang telah terjadwal, dengan maksimal kehadiran 100%, dan ketidak hadiran yang disebabkan oleh sakit atau pekerjaan dengan dibuktikan oleh surat dokter, surat dari perusahaan atau surat keterangan lainnya maksimal 2 (dua) kali dalam satu semester per mata kuliah.
  • Mengikuti semua bentuk evaluasi yang diberikan Dosen mulai dari tingkat kehadiran yang minimal cukup, mengerjakan tugas/quiz, mengikuti UTS dan UAS, sebagai komponen untuk menghasilkan nilai evaluasi.
  • Menjaga kewibawaan dan nama baik STMIK Kaputama.
  • Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni.
  • Menjunjung tinggi kebudayaan nasional.
  • Memelihara sarana, prasarana, kebersihan, ketertiban dan keamanan.
  • Mentaati peraturan yang diberlakukan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan perpustakaan.
  • Mendaftarkan diri sebagai mahasiswa pada permulaan setiap tahun ajaran baru.
  • Memberitahukan kepada Bagian BAAK tentang alamat tempat tinggalnya dan alamat baru bilamana pindah alamat.
  • Menjaga integritas pribadinya sebagai calon sarjana/ahli madya dan nama baik STMIK Kaputama.
  • Bersedia menerima sanksi akademik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

6. Larangan Bagi Mahasiswa

  • Melanggar tata tertib yang berlaku di Kampus STMIK Kaputama.
  • Menyalahgunakan sarana dan fasilitas yang tersedia di Kampus STMIK Kaputama.
  • Memakai kaos oblong (T-Shirt) dan sejenisnya.
  • Memakai sandal jepit dan sejenisnya.
  • Memakai anting-anting, ikat rambut, gelang, dan berambut panjang (bagi pria)
  • Memakai rok mini, make up dan aksesories yang berlebihan, dan sebagainya (bagi wanita)
  • Membuang sampah dan meludah sembarangan.
  • Merokok dan makan minum di areal Dilarang Merokok.
  • Mencoret-coret dinding, kursi, meja dan peralatan lainnya.
  • Membawa senjata tajam/berbahaya, dan menggunakan obat-obat terlarang.
  • Melakukan tindakan kriminal.
  • Menggunakan narkoba dan obat-obat terlarang lainnya.
  • Mengaktifkan HP atau alat komunikasi lainnya selama kegiatan belajar mengajar.
  • Membawa keluar lingkungan kampus peralatan STMIK Kaputama, misalnya : peralatan laboratorium, alat-alat tulis dan peralatan/perlengkapan lainnya.
  • Menganggu/menghambat penyelenggaraan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler yang diselenggarakan di lingkungan STMIK Kaputama.
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat Merusak nama baik STMIK Kaputama, Menimbulkan kerugian-kerugian materi bagi STMIK Kaputama maupun warga lainnya, Mengganggu ketentraman kampus atau meresahkan masyarakat.

7. Sanksi Akademik

  • Yang dimaksud dengan Sanksi Akademik adalah hukuman akademik yang dikenakan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran baik pelanggaran ketertiban kampus maupun pelanggaran administrasi dan akademik.
  • Sanksi Akademik dapat dikenakan terhadap perbuatan :
    a. Ketetapan atau pernyataan tidak benar yang ditulis dalam formulir bio data akan dikenakan teguran lisan dan tulisn.
    b. Memalsukan dokumen atau berkas pendaftaran dikenakan sanksi teguran atau pemecatan sebagai mahasiswa STMIK Kaputama.
    c. Yang tidak melakukan pendaftaran administrasi dan akademik tidak diperkenankan mengikuti semua kegiatan akademik pada semester bersangkutan.
    d. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan akademik tidak diizinkan mengikuti aktivitas di STMIK Kaputama. Apabila yang bersangkutan memaksakan diri untuk megikuti kegiatan akademik, perkuliahan dan ujian, maka yang bersangkutan dianggap tidak hadir.
    e. Mahasiswa yang mengganggu tata tertib perkuliahan dapat dikeluarkan dari ruang kuliah dan berakibat negatif bagi nilai mata kuliah bersangkutan.
  • Pemalsuan akademik seperti penyontekan, penjiplakan skripsi, pemalsuan sertifikat dan lain-lain, dan semua bentuk kecurangan akademik baik yang dilakukan dalam mengikuti perkuliahan maupun dalam ujian dapat dikenakan tindakan :
    a. Skorsing atau larangan mengikuti kegiatan akademik.
    b. Diserahkan kepada yang berwajib
    c. Dikeluarkan dari STMIK Kaputama.
  • Bentuk sanksi lain yang ditetapkan dengan peraturan-peraturan tersendiri misalnya :
    a. Pembayaran Ganti Rugi.
    Maksud dari sanksi ini adalah supaya mahasiswa bersangkutan yang telah melanggar peraturan akademik dan melakukan tindakan yang merusak sarana/prasarana belajar di STMIK Kaputama diberikan sanksi wajib membayar ganti rugi berupa uang atau benda kepada STMIK Kaputama sebesar kerugian yang terjadi sebagai akibat perbuatan mahasiswa yang bersangkutan ditambah dengan membayar denda sebesar yang telah ditentukan.
    b. Segala tindakan mahasiswa di luar STMIK Kaputama sepenuhnya menjadi tanggung jawab mahasiswa yang bersangkutan secara pribadi.
  • Sanksi yang dicantumkan di atas diterapkan agar mahasiswa lebih berhati-hati dan bertanggungjawab di dalam menjaga sarana/prasarana dan untuk mendorong mahasiswa kepada sikap hidup disiplin.

8. BEASISWA BAGI MAHASISWA

  • STMIK Kaputama memberikan beasiswa, yang bertujuan sebagai suatu usaha untuk mendorong/meningkatkan prestasi belajar para mahasiswa. Mahasiswa yang berhak mendapat beasiswa tersebut adalah mahasiswa yang berhasil memperoleh IP Tertinggi untuk satu semester (Ganjil/Genap) pada masing-masing program studi yang ada di STMIK Kaputama untuk tahun akademik yang berjalan.
  • STMIK Kaputama juga mendapat Bantuan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), Beasiswa Khusus Mahasiswa (BKM), Beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah I, serta beasiswa lainnya.
  • Persyaratan, Tata Cara Pengajuan Calon Penerima Beasiswa PPA, Beasiswa BBM, BKM, Beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa lainnya serta Tata Cara Pembayaran akan diatur dalam suatu ketetntuan tersendiri.
  • Pemberian Beasiswa PPA, Beasiswa BBM, Beasiswa BKM, Beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa Lainnya kepada mahasiswa yang berhak mendapatkannya, diatur kemudian berdasarkan surat keputusan Ketua STMIK Kaputama.

9. Peran, Fungsi dan Kewajiban Penasehat Akademik

  • Peranan Penasehat Akademik (PA).
    Dalam melaksanakan Bimbingan Akademik, pada dasarnya seorang PA berperan :
    a. Membantu mahasiswa bimbingannya dalam mengenali dan mengidentifikasi minat, bakat dan kemampuan akademiknya masing-masing.
    b. Memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingan yang mempunyai keterbatasan maupun kendala akademik, sehingga mahasiswa yang bersangkutan dapat menemukan jalan keluar serta pemecahan yang dianggap paling baik.
  • Fungsi Penasehat Akademik.
    Dalam melaksanakan peranannya, seorang PA pada dasarnya mempunyai fungsi :
    a. Memonitor perkembangan mahasiswa bimbingan dengan mengevaluasi pencapaian hasil studi dan Indeks Prestasi semester setiap mahasiswa, mengingatkan mahasiswa pada akhir/awal semester serta pada akhir masa studi mereka.
    b. Mengidentifikasi kendala akademik atau non akademik dan mengingatkan mahasiswa bimbingan yang pencapaian hasil studi dan Indeks Prestasi semesternya tidak berubah baik atau bahkan menurun sehingga ditemukan jalan keluar yang terbaik untuk pemecahannya.
  • Kewajiban Penasehat Akademik
    a. Setiap PA dapat membimbing sebanyak-banyaknya 20 (dua puluh) orang mahasiswa/tahun akademik.
    b. Bertemu dengan Koordinator Penasehat Akademik (KPA), dalam hal ini ditangani Ketua Program Studi untuk memperoleh :
    i. Daftar nama mahasiswa bimbingan.
    ii. Mendapatkan informasi terakhir mengenai Program Studi yang bersangkutan.
    c. Menentukan jadwal bimbingan.
    d. Menerima mahasiswa bimbingan untuk membicarakan hasil studi semester yang baru berakhir.
    e. Menandatangani dan menyimpan KRS mahasiswa bimbingan.
    f. Mempertimbangkan cuti akademik bagi mahasiswa bimbingan bila dianggap perlu.
    g. Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingan pada semester tersebut dengan cara menjadwal pertemuan dengan mahasiswa bimbingan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali setiap semester.
    h. Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingan menjelang Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.
    i. Memonitor kembali hasil Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester mahasiswa bimbingan. Bilamana dianggap perlu, PA dapat berkonsultasi dengan dosen dari mahasiswa bimbingan yang mempunyai masalah dalam studinya pada semester yang bersangkutan.
    j. Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingan kepada Ketua Program Studi/KPA bila diperlukan.
    k. Berkonsultasi dengan Ketua Program Studi untuk mengetahui apakah ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan oleh PA, dan mahasiswa antara lain informasi baru mengenai kebijakan-kebijakan tertentu yang perlu digarisbawahi dari Program Studi bersangkutan/STMIK Kaputama, baik yang sedang berlaku maupun yang akan diberlakukan.

10. Perpindahan Mahasiswa

  • Pindah dari STMIK Kaputama
    a. Setiap mahasiswa yang pernah terdaftar dan memiliki Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) dapat mengajukan permohonan pindah dari STMIK Kaputama ke Universitas/Institut lain.
    b. Mahasiswa yang ingin pindah atau keluar dari STMIK Kaputama harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan Penasehat Akademik tentang alasan perpindahan, yang kemudian mengajukan surat permohonan pindah ke Ketua Program Studi.
    c. Program Studi kemudian melengkapi berkas-berkas yang diperlukan oleh mahasiswa tersebut untuk keperluan perpindahannya dari STMIK Kaputama. Ketua Program Studi meneruskan permohonan pindah dari mahasiswa yang bersangkutan ke Ketua STMIK Kaputama .
    d. Mahasiswa yang telah disetujui pindah oleh Ketua STMIK Kaputama tidak dapat diterima lagi di STMIK Kaputama, kecuali bagi mahasiswa yang orang tuanya, suami/istri pegawai negeri/ABRI, yang pindah tugas dengan pembuktian Surat Perintah Pindah dan telah mendapat persetujuan tertulis dari Ketua STMIK Kaputama.
  • Mahasiswa Pindahan
    a. STMIK Kaputama menerima mahasiswa pindahan yang berasal dari Universitas/Institut yang memiliki Jurusan/Program Studi yang sejenis yang ada di lingkungan STMIK Kaputama hanya apabila mahasiswa yang bersangkutan memenuhi persyaratan masuk, yang ditentukan oleh STMIK Kaputama dan dengan alasan kepindahan orang tua kandung, istri/suami yang dibuktikan dengan surat keterangan yang syah.
    b. Mahasiswa yang dimaksud pada butir 2a memiliki IPK >= 2,00 dan tidak dalam keadaan diskors, dikeluarkan atau drop out, dikuatkan dengan surat rekomendasi dari Jurusan atau Universitas/Institut asal. Keterangan pindah dibuat oleh Ketua dan Transkrip Akademik ditandatangani oleh Ketua/Pembantu Ketua I Universitas asal.
    c. Mahasiswa pindahan harus mengajukan permohonan kepada Ketua STMIK Kaputama dengan melampirkan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam butir 2a dan 2b.
    d. Mahasiswa pindahan berstatus masih terdaftar pada data EPSBED di Kopertis dan dikenakan ketentuan-ketentuan kurikulum, peraturan akademik dan administrasi yang berlaku di STMIK Kaputama.
    e. STMIK Kaputama tidak menerima mahasiswa pindahan dari Perguruan Tinggi lain yang merupakan mahasiswa lulusan Program Diploma I/D1, kecuali mahasiswa tersebut bersedia mengulang kembali mulai Semester I.
    f. Membayar biaya konversi ke Bagian Keuangan
    f. Bagi mahasiswa pindahan yang telah menyelesaikan mata kuliah yang sama dapat dipertimbangkan untuk alih kredit, setalah mendapat pertimbangan dari Ketua Program Studi dan disetujui Ketua STMIK Kaputama.
    g. Jangka waktu studi mahasiswa pindahan disesuaikan dengan jumlah SKS yang akan ditempuh sesuai dengan hasil konversi.
    h. Penetapan penerimaan mahasiswa pindahan dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua STMIK Kaputama.
  • Mahasiswa Pindah Program Studi dan Jenjang Pendidikan
    a. Mahasiswa STMIK Kaputama yang ingin pindah ke Program Studi lain dapat mengajukan surat permohonan pindah Program Studi setelah berkonsuntasi dengan Penasehat Akademik/PA.
    b. Mengisi formulir pindah Program Studi dan/atau Jenjang Pendidikan dan mencantumkan alasan perpindahan.
    c. Mengembalikan form pindah Program Studi ke Sekretaris Program Studi setelah ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan dan disetujui oleh orang tua/wali.
    d. Sekretaris Program Studi meneruskan form pindah Program Studi tersebut ke Sekretaris Pembantu Ketua I untuk mendapat persetujuan dari Pembantu Ketua I.
    e. Setelah itu form pindah Program Studi diteruskan ke Bagian BAAK, untuk dikeluarkan NPM baru. Sebelum form pindah Program Studi di kembalikan ke Sekretaris Program Studi, Bagian BAAK terlebih dulu mengcopynya untuk kepentingan pengarsipan.

11. Praktek Kerja Lapangan

  • Mahasiswa yang dapat mengajukan usulan rencana Praktek Kerja Lapangan/PKL adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan Semester I s/d IV (D3) dan Semester I s/d VI (S1)
  • Minimal telah mengikuti perkuliahan :
    a. Untuk S1 ; minimal 6 (enam) semester dan telah mengikuti perkuliahan minimal 115 SKS, dengan IP Kumulatif minimal 2,20.
    b. Untuk D3 ; minimal 4 (empat) semester dan telah mengikuti perkuliahan minimal 75 SKS, dengan IP Kumulatif minimal 2,20.
  • Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat tersebut diatas dapat menyelesaikannya dengan mengikuti Semester Pendek atau Ujian Perbaikan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
  • Mata Kuliah nilai D maksimal 8 (delapan) SKS, dan terdaftar dalam KRS pada semester yang sedang berjalan atau masih berjalan atau masih aktif sebagai mahasiswa.
  • Pengajuan usulan Praktek Kerja Lapangan/PKL selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan/PKL (lihat kalender kegiatan PKL, yang diumumkan). Lewat dari batas waktu tersebut, mahasiswa dianggap tidak mengikuti Praktek Kerja Lapangan/PKL.
  • Praktek Kerja Lapangan/PKL dapat dilaksanakan secara berkelompok di perusahaan yang sama, tetapi judul dan permasalahan harus berbeda.
  • Lamanya pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan/PKL dilaksanakan selama 1 (satu) bulan saat libur semester genap.
  • Sanggup melaksanakan Praktek Kerja Lapangan/PKL sesuai dengan waktu yang ditetapkan tanpa terputus/berhenti sebelum waktunya.
  • Mahasiswa mengajukan Surat Pengantar PKL kepada Ketua Program Studi masing-masing, kemudian Ketua Program Studi mengusulkan Penerbitan Surat Keputusan (SK) Dosen Pembimbing PKL kepada Ketua STMIK Kaputama. SK dapat diambil, jika mahasiswa telah membayar Biaya Praktek Kerja Lapangan/PKL Cicilan I.
  • Sebelum pelepasan Peserta Praktek Kerja Lapangan/PKL, Program Studi telah memberikan nama-nama mahasiswa yang mengikuti Praktek Kerja Lapangan/PKL kepada Dosen Pembimbing-nya masing-masing.
  • Dosen Pembimbing PKL wajib memberikan pembekalan bagi peserta PKL dan melakukan kunjungan ke lokasi Praktek Kerja Lapangan/PKL minimal 1 (satu) kali.
  • Peserta Praktek Kerja Lapangan/PKL wajib menyusun laporan memuat hal-hal yang dilakukan setiap hari termasuk absensi selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan/PKL. Laporan yang disusun diperiksa dan disetujui oleh Dosen Pembimbing PKL serta diketahui oleh Ketua Program Studi.
  • Nilai akhir dari peserta PKL ditentukan berdasarkan penilaian dari Dosen Pembimbing PKL, Pembimbing dari perusahan/instansi tempat Praktek Kerja Lapangan/PKL dilaksanakan dan dari Program Studi yang bersangkuatan, dengan perbandingan sebesar 50% dari Dosen Pembimbing PKL, 30% dari Pembimbing pada Perusahaan/Instansi dan 20 % dari Progran Studi.
  • Rekapitulasi Nilai Akhir disusun oleh Ketua Program Studi paling lambat 7 (tujuh) hari setelah Laporan Praktek Kerja Lapangan/PKL dikumpulkan.
  • Apabila telah selesai melaksanakan PKL, maka mahasiswa wajib melampirkan Nilai Praktek Kerja Lapangan/PKL dan Surat Keterangan Selesai Praktek Kerja Lapangan/PKL dari perusahan/instansi terkait.
  • Mahasiswa yang menyerahkan Laporan PKL melewati batas yang telah ditentukan, maka akan dikenai denda.
  • Syarat dan ketentuan mengenai penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan/PKL dapat dilihat pada Buku Panduan Penulisan PKL.
  • Hal-hal lain mengenai pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan/PKL dan denda keterlambatan penyerahan Lapoaran PKL akan diatur kemudian melalui Surat Keputusan Ketua STMIK Kaputama.

12. Tugas Akhir/Skripsi

  • Mahasiswa yang dapat mengajukan usulan rencana judul Tugas Akhir/Skripsi adalah mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan Semester VI (D3) dan Semester VIII (S1)
  • Jumlah SKS minimal yang sudah diselesaikan yaitu :
    a. Diploma 3 (D3) : minimal 95 SKS, dengan IPK ≥ 2,20 dimana mata kuliah nilai D tidak lebih dari 8 (delapan) SKS, dan tidak ada nilai E.
    b. Strata 1 (S1) : minimal 130 SKS, dengan IPK ≥ 2,20 dimana mata kuliah nilai D tidak lebih dari 8 (delapan) SKS, dan tidak ada nilai E.
  • Telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian (mata kuliah prasyarat) minimum nilai C.
  • Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat tersebut diatas dapat menyelesaikannya dengan mengikuti Semester Pendek atau Ujian Pembersihan.
  • Telah melaksanakan dan lulus Praktek Kerja Lapangan/PKL.
  • Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada KRS semester berjalan dan telah membayar cicilan ke-VI.
  • Tidak sedang terkena tindakan administratif dari Ketua STMIK Kaputama atau Ketua Program Studi masing-masing.
  • Bagi mahasiswa yang akan mengajukan judul Tugas Akhir/Skripsi, maka harus melengkapi syarat-syarat sebagai berikut :
    a. Mengajukan judul Tugas Akhir/Skripsi kepada Ketua Program Studi minimal 3 (tiga) judul. Judul dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Ketua Program Studi.
    b. Fotocopy kwitansi pembayaran cicilan ke-VI.
    c. Fotocopy kwitansi pembayaran biaya TA/Skripsi cicilan 1.
    d. Fotocopy KHS (Semester I s.d Semester V atau VII).
    e. Fotocopy STTB dan NEM SMA (dilegalisir)
    f. Semua berkas dimasukkan dalam map dan diberi Nama, NPM dan Program Studi.
  • Mahasiswa yang telah memenuhi butir 1 sampai 7, oleh Ketua Program Studi akan ditentukan Dosen Pembimbingnya sebanyak 2 (dua) orang per mahasiswa.
  • Ketua Program Studi masing-masing akan mengajukan usulan pengangkatan Dosen Pembimbing kepada Ketua STMIK Kaputama (melalui Pembantu Ketua I) untuk diterbitkan Surat Keputusan.
  • Ketua Program Studi akan mengkonversikan nilai-nilai mahasiswa yang melaksanakan Tugas Akhir/Skripsi berdasarkan KHS dan KHS Semester Pendek/Ujian Perbaikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  • Surat Keputusan Pengangkatan Dosen Pembimbing tidak akan diterbitkan sebelum semua persyaratan yang ada tersebut dilengkapi.
  • Ketentuan mengenai penulisan Laporan Tugas Akhir/Skripsi dapat dilihat pada Buku Panduan Penulisan Tugas Akhir/Skripsi.
  • Hal-hal lain mengenai pelaksanaan Tugas Akhir/Skripsi akan diatur kemudian melalui Surat Keputusan Ketua STMIK Kaputama.

13. Pembimbing Tugas Akhir/Skripsi

  • Pembimbing Tugas Akhir/Skripsi terdiri dari 2 (dua) orang yang terdiri dari Pembimbing I dan Pembimbing II, dan salah satu dari Pembimbing tersebut adalah Dosen dari Program Studi yang bersangkutan yang ahli dalam bidangnya.
  • Pembimbing diangkat dan ditetapkan oleh Ketua STMIK Kaputama atas usulan dari Ketua Program Studi, dengan pertimbangan tertentu Ketua STMIK Kaputama dapat mengganti Dosen Pembimbing yang diusulkan.
  • Pembimbing diangkat dari Dosen Tetap/Tidak Tetap, diutamakan yang telah memiliki kepangkatan dengan kualifikasi:
    a. Berlatarbelakang disiplin ilmu yang relevan dengan jurusan dan bidang ilmu dimana yang bersangkutan diangkat menjadi Pembimbing, dan
    b. Memiliki kemampuan pengetahuan yang cukup dalam bidang penelitian dan penyusunan karya ilmiah akademik.
  • Pada setiap awal tahun akademik, Ketua STMIK Kaputama menerbitkan daftar dosen yang memenuhi kualifikasi Pembimbing, baik untuk Pembimbing I dan Pembimbing II.
  • Dalam satu tahun ajaran, setiap Dosen Pembimbing dapat membimbing maksimum 10 (sepuluh) orang atau dengan memperhatikan rasio jumlah pembimbing dengan mahasiswa yang akan melaksanakan penulisan Tugas Akhir/Skripsi.

14. Syarat Ujian Tugas Akhir/Skripsi

    7 (Tujuh) hari sebelum ujian dilaksanakan, berkas Ujian TA/Skripsi sudah dikirim oleh Program Studi ke Biro Administrasi Akademik untuk disetujui oleh Ketua STMIK Kaputama. Agar dapat menempuh Ujian Tugas Akhir/Skripsi, mahasiswa yang bersangkutan wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Telah menyelesaikan Test Program, yang dibuktikan dengan adanya Fotocopy Lembar Persetujuan Dosen Pembimbing untuk Test Program dan Berita Acara Test Program.
  • Tugas Akhir dalam bentuk draf (belum dijilid) sebanyak 4 eksemplar, yang telah disetujui Pembimbing I, Pembimbing II untuk diujikan.
  • Telah lulus semua mata kuliah yang diprogramkan untuk Program Studi yang diambilnya.
  • Transkrip Akademik Sementara yang ditandatangani oleh Ketua Program Studi.
  • Fotocopy kuitansi pembayaran biaya Tugas Akhir/Skripsi (Cicilan I dan II)
  • Fotocopy kuitansi pembayaran denda Tugas Akhir/Skripsi (jika mendapat sanksi denda)
  • Fotocopy Berita Acara Seminar Proposal (bagi Program Pendidikan S1) yang telah ditandatangani oleh Dosen Penguji dan Ketua Program Studi, beserta Revisi ACC Perbaikan Seminar Proposal oleh Dosen Penguji.
  • Fotocopy Kartu Bimbingan yang telah di-ACC Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II yang menyatakan mahasiswa yang bersangkutan dapat mengikuti Sidang Meja Hijau.
  • Fotocopy sertifikat MPK sebanyak 1 (satu) lembar, dengan menunjukkan aslinya.
  • Fotocopy sertifikat workshop/seminar minimal 4 (empat) buah yang diselenggarakan oleh STMIK Kaputama, dengan menunjukkan aslinya.
  • Semua berkas dimasukkan dalam map dan diberi Nama, NPM dan Program Studi.
  • Panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi telah menerima semua persyaratan tersebut diatas selambat-lambatnya satu minggu sebelum Ujian Tugas Akhir/Skripsi tersebut diuji.
  • Bila butir-butir persyaratan di atas telah dipenuhi, maka Ketua Program Studi mengusulkan kepada Ketua STMIK Kaputama agar mahasiswa tersebut dapat diuji.
  • Ketua STMIK Kaputama setelah menerima usulan Ketua Program Studi, menetapkan tanggal Ujian Tugas Akhir/Skripsi.

15. Ujian Tugas Akhir/Skripsi

  • Ujian Tugas Akhir/Skripsi diselenggarakan oleh STMIK Kaputama, dimana Ketua STMIK Kaputama menunjuk Panitia Ujian dengan susunan:
    a. Ketua Program Studi sebagai Ketua;
    b. Sekretaris Program Studi sebagai Sekretaris;
    c. Tim Penguji 4 (empat) orang yang terdiri dari: Pembimbing I, Pembimbing II, Penguji I dan Penguji II.
    d. 1 (satu) orang Notulen Sidang.
  • Satu kali pelaksanaan ujian dapat diikuti oleh paling banyak 8 (delapan) orang peserta untuk setiap Program Studi, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu.
  • Lama sidang Ujian Tugas Akhir/Skripsi maksimal 30 menit per-mahasiswa, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu.
  • Jadwal, tempat ujian dan nama-nama penguji ditentukan oleh Ketua STMIK Kaputama atas usulan yang diajukan Ketua Program Studi. Undangan/Panggilan Ujian Tugas Akhir/Skripsi ditandatangani oleh Ketua Program Studi.
  • Undangan/Panggilan Ujian dan Naskah Tugas Akhir/Skripsi yang akan diujikan harus sudah diterima oleh masing-masing Tim Penguji paling lambat 3 (tiga) hari sebelum ujian dilaksanakan.
  • Didalam Ujian Tugas Akhir/Skripsi, komponen yang dinilai adalah :
    a. Program (20%)
    b. Penulisan dan Isi Materi (30%)
    b. Presentasi (10%)
    c . Penguasaan Materi (40%).
  • Keberhasilan mahasiswa di dalam ujian Tugas Akhir/Skripsi ditetapkan bersama oleh Panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi dalam sidang tertutup dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Keputusan Panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi dicantumkan dalam Berita Acara Ujian Tugas Akhir/Skripsi dan hasilnya diumumkan oleh Ketua Panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi atau diwakili oleh Sekretaris Panitia.
  • Kepada mahasiswa yang telah menjalani Ujian Tugas Akhir/Skripsi diberikan petikan Berita Acara Ujian Skripsi guna memenuhi kewajiban-kewajiban perbaikan/ penyempurnaan yang disebutkan di dalam Berita Acara Ujian tersebut.
  • Mahasiswa yang dinyatakan lulus, wajib menyempurnakan skripsinya yang kemudian dijilid rapi sebanyak rangkap 6 (enam), dan ditandatangani oleh Pembimbing Tugas Akhir/Skripsi. Setelah itu Laporan Tugas Akhir/Skripsi diserahkan ke Pembimbing I, Pembimbing II, Program Studi dan Perpustakaan.
  • Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus atau yang mendapat nilai C wajib mengulang Ujian Tugas Akhir/Skripsi setelah memperbaiki Laporan Tugas Akhir/Skripsi dan melakukan konsultasi/bimbingan kembali dengan Dosen Pembimbing.
  • Mahasiswa yang mengulang Ujian Tugas Akhir/Skripsi dapat memperoleh nilai lebih besar/tinggi dari sebelumnya jika Panitia Ujian Tugas Akhir/Skripsi dalam sidang menganggapnya layak.
  • Penyempurnaan Tugas Akhir/Skripsi dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) minggu terhitung sejak yang bersangkutan dinyatakan lulus dalam Ujian Tugas Akhir/Skripsi.
  • Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus di dalam ujian skripsi diberikan kesempatan untuk mengulang Ujian Akhir/Skripsi kembali.
  • Mahasiswa bertanggungjawab atas Tugas Akhir/Skripsi yang ditulisnya.
  • Hal-hal yang berhubungan dengan Sidang Tugas Akhir/Skripsi diatur dalam Buku Panduan Tugas Akhir/Skripsi dan dalam Surat Keputusan Ketua STMIK Kaputama